30 September Diperingati Dengan Hari G30S PKI, Begini Kronologi, Latar Belakang Gerakan itu Dilakukan !

- Jumat, 30 September 2022 | 10:05 WIB

Gerakan ini menyebabkan korban di kalangan petinggi militer dan sipil. Sebanyak 10 perwira tewas dalam peristiwa tersebut, yakni Letjen Ahmad Yani, Mayjen R Suprapto, Mayjen MT Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, Lettu Piere Tendean, Brigadir Polisi KS Tubun, Kolonel Katamso, dan Letkol Sugiono. Sementara satu korban tewas dari warga sipil adalah adalah Ade Irma Suryani, putri Jenderal AH Nasution yang berhasil selamat dari penculikan yang dilakukan PKI. PKI merupakan salah satu partai resmi di Indonesia.

Baca Juga: Surya Manurung Pengidap Penyakit Langka, Berhasil Nikahi Perempuan Cantik yang Sangat Tulus Mencintainya

Partai berpaham komunis ini telah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka. Berdasarkan buku berjudul Kehancuran Golongan Komunis di Indonesia (Abdul Syukur, 2008), cikal bakal PKI adalah serikat buruh bernama Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) yang dibentuk oleh Hendricus Josephus Fransiscus Marie Sneevliet dan koleganya. Anggotanya adalah 85 orang Belanda yang bekerja di pelabuhan-pelabuhan Hindia Belanda.

ISDV memperkenalkan ide-ide Marxis kepada pribumi, terutama buruh, untuk menentang kolonial. Dalam perkembangannya, penyebaran Marxisme juga menyasar intelektual, agamawan, hingga kaum nasionalis. Belanda melihat organisasi ini sebagai ancaman, sehingga memulangkan para pentolan ISDV ke Belanda, termasuk Sneevliet pada 1918. Sneevliet meninggalkan 400 anggota ISDV di Hindia Belanda yang mayoritas adalah orang pribumi.

Sepeninggal Sneevliet, anggota ISDV kemudian mendirikan Perserikatan Komunis di Hindia (PKH) pada 1920. Sebagai ketua adalah Semaun dan wakil ketua Darsono. Pada 1924, PKH mengubah namanya menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI) dan meresmikan posisinya sebagai organisasi politik yang bertujuan dalam perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Meski berpaham komunitas, nyatanya PKI cukup diterima oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan buku Sejarah Indonesia Modern (MC Ricklefs, 2004), pada Pemilu 1955, dari 39 juta pemilih, PKI meraih 6.176.914 suara. PKI berada di urutan keempat setelah PNI (8.434.653 suara), Masyumi (7.903.886 suara), NU (6.955.141 suara). Dengan perolehan suara itu, PKI berhasil menempatkan 39 wakilnya duduk di Parlemen.

Baca Juga: Berikut Manfaat Rumput Belulang bagi Kesehatan Tubuh

Sebagaimana dilansir dari sindonews.com, berikut sejarah singkat G30S PKI

Sejarah G30S PKI

Halaman:

Editor: Karolina Viviati Asun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X