ASF Semakin Meningkat, Pemkab Flores Timur Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Warga!

- Selasa, 24 Januari 2023 | 08:18 WIB

Kobaran.com - Puluhan ekor babi milik peternak di Kupang dan Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mati mendadak. Beberapa di antaranya diduga akibat terjangkit virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Dinas Peternakan Kupang mencatat 48 ekor babi mati di Kupang. Berdasarkan hasil observasi, babi yang mati mendadak menunjukkan gejala klinis demam tinggi dengan suhu tubuh di atas 39 derajat celsius. Selain itu, nafsu makan babi hilang, tubuhnya lemas, dan muncul bercak kemerahan di sekujur tubuhnya.

Baca Juga: Simak, 5 Teknik Latihan Pernapasan untuk Menjaga Fungsi Paru-Paru Kita

Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, memperkuat pengawasan lalu lintas warga yang membawa ternak di pintu masuk darat maupun pelabuhan laut untuk mencegah penyebaran virus  African Swine Fever (ASF) di daerah itu.

Petugas dikerahkan untuk melakukan pengawasan di sejumlah titik seperti di wilayah perbatasan darat dengan Kabupaten Sikka di Boru dan di wilayah utara di Desa Adabang.

Selain itu pengawasan di pintu masuk melalui jalur laut yaitu di Pelabuhan Ferry Waibalun, Pelabuhan Kota Larantuka, di daratan Larantuka, Pelabuhan Waiwerang, Pelabuhan Boleng, Pelabuhan Ferry Deri di Pulau Adonara, dan Pelabuhan Menanga di Pulau Solor.

Sina Kleden menjelaskan, hingga saat ini belum ditemukan obat atau vaksin penyakit ASF sehingga pihaknya fokus pada pencegahan dengan melakukan biosecurity yang ketat.

Pemerintah daerah, kata dia, segera  menerbitkan instruksi bupati tentang larangan masuk ternak babi dari luar ke wilayah Kabupaten Flores Timur.

Ia mengatakan hingga saat ini kematian babi akibat terserang ASF telah mencapai sebanyak 30 ekor.

Halaman:

Editor: Maria Sulastria Ririn Mawarni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X